Tags: Linux
Hmm.. tunggu dulu, pasti sebentar lagi rusuh… satu menit.. dua menit.. lho.. koq tertib ya?
tampak depan
Baru-baru ini saya beli sepeda lipat (seli) di salah satu market di daerah Lebak Bulus Jakarta Selatan. Alasan utama saya adalah karena saya sering melakukan pemborosan bahan bakar bensin. Jarak antara kost dengan kantor cukup dekat, sekitar 3 Km. Jarak sedekat itu saya tempuh dalam waktu 1,5 jam dengan naik mobil. Percaya? Hehe.. Welcome to Jakarta..
Read the rest of this entry »
Tags: united quest; review united quest; sepeda lipat; review sepeda lipat
This is my first job in my career. I am joining PT Thiess Contractors Indonesia (TCI) as Graduate IT Engineer. For 1 year Graduate Development Program (GDP), I am going to learn IT day to day operation and project in TCI. The development program aims for providing comprehensive skills, knowledge, and exposure to the gaduates to fulfill their reponsibilies in future areas of IT Department. The GDP consist of 7 experience blocks: Read the rest of this entry »
Perangkat mobile atau handphone (HP) telah menjadi gaya hidup bagi hampir semua orang. Perangkat yang pada awalnya digunakan sebagai telepon bergerak dan berkirim SMS, kini telah berubah menjadi alat bantu yang canggih. Mulai dari mengatur jadwal, mendengarkan musik, mengambil foto, facebook-an (baca: fesbukan), twitter-an, sampai mengkonfigurasi server dan mengedit dokumen office.
Begitu penting data-data dan pengaturan di HP kita, sehingga ketika terjadi masalah dengan HP, bisa dipastikan kita akan pusing tujuh keliling kalang kabut (biar agak serem :p). Seperti yang saya alami beberapa hari yang lalu. Nokia E72 saya mendadak tidak dapat mengirim SMS. Namun anehnya masih bisa melakukan panggilan keluar dan menerima SMS. Apa neraka (What the h**l)?
Read the rest of this entry »
Tags: backup handphone, gagal kirim SMS, nokia e72, SMS nyangkut di outbox, tidak bisa mengirim SMS
Mengutip slogan Steve Jobs, sebagai penutup di pidato wisuda Standford University pada tahun 2005:
“Stay Hungry. Stay Foolish.” It was their farewell message as they signed off. Stay Hungry. Stay Foolish. And I have always wished that for myself. And now, as you graduate to begin anew, I wish that for you.
“Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.
Semangat wahai kamu yang baru saja lulus kuliah! Stay Hungry.. Stay Foolish..!
versi komplit dalam bentuk tulisan dapat dilihat di Halaman publikasi Stanford University.
Tags: commencement address at stanford university, lulus kuliah, steve jobs
Saya tambah page baru, untuk memfasilitasi hobi saya, yaitu membaca dan browsing Internet
Tags: megan garnieri
Suatu ketika, sore hari di sebuah lokasi perkantoran di Jakarta. Saya ngobrol dengan seorang teman kantor. Seminggu sudah saya berada di kantor tersebut untuk melaksanakan Kerja Praktek (KP). Teman kantor tersebut sudah berumur, dan pembicaraan tersebut lebih tepat dikatakan sebagai pembicaraan ayah-dan-anak.
Sambil menghabiskan batang Malboro merah, saya mendengarkan cerita beliau mengenai pengalaman-pengalaman kerjanya. Mulai kerja di perusahaan minyak, life assurance, manufacturing, sampai minning. Dari negara A sampai I. Dari pelosok Kalimantan sampai Jakarta. Dari staff biasa sampai manager. Sungguh kaya pengalaman beliau.
Read the rest of this entry »
Tags: pengalaman kerja
Ndak juga, kita bisa liad gimana professor-professor di MIT (Massachusetts Insitute of Technology) yang sedang memberi kuliah di universitas yang notabene selalu masuk top 10 the best universities in US and Canada. Coba saja buka halaman berikut ini : MIT Open Course Ware.
Apa saja yang bisa kita pelajari? Banyak materi perkuliahan yang tersedia di web tersebut, mulai dari lecture notes, assignments and solutions, projects and examples, exams and solutions, bahkan video kelika lecturer menjelaskan di depan kelas. Bahan perkuliahan tersebut tersedia dalam format .pdf dan video dalam format .flv, .rm, serta .mp4. Selain itu kita juga dapat melihatnya situs Youtube. Sehingga tidak ada halangan bagi koneksi Internet di Indonesia
.
Selain MIT, universitas Yale juga menyediakan project yang serupa, yaitu Open Yale Courses. Menyediakan akses ke perkuliahan yang dilakuakan di fakultas dari Astronomy sampai Religious Studies. Tidak kalah dengan OCW milik MIT, OYC menyediakan course material, video perkuliahan yang juga dapat diunduh, bahkan audio rekaman lecturer dalam format .mp3. Wah.. bahan baru untuk meningkatkan kemampuan listening lagi nih.. hehe..
Read the rest of this entry »
Tags: free educational resources, kuliah gratis, lecture notes, mit, open course university, yale
Dua minggu ini saya sedang meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Alasannya adalah untuk mengejar score TOEFL yang masih kurang. Kurangnya ndak terlalu banyak, sangat tipis dibawah standar untuk ngambil beasiswa ke luar negeri. How much? rahasia… hehe
Pokoknya sangat tipis sehingga tiga hari setelah nilai TOEFL (pertama kali ambil TOEFL Test nih) saya keluar, saya memutuskan mencoba TOEFL lagi. Wish me luck.. hehe..
Analisis saya setelah melihat TOEFL report, saya masih kurang di bagian Structure and Written Test dan Listening. Reading Comprehension sepertinya sudah lumayan. Sehingga dengan semangat ‘45, saya mengumpulkan buku-buku grammar Bahasa Inggris jaman SMA dulu dan download ebook dari Internet. Saya beruntung dapat salah satu buku yang cukup menarik. Judulnya TOEFL Exams Success in Only 6 Steps, karya Elizabeth Chesla. Buku tersebut lumayan nambah ilmu untuk mengerjakan tes TOEFL.
Untuk memperbaiki listening, saya sementara waktu meninggalkan metode dengan ndengerin musik sama nonton movies. Saya menemukan ide berdasar pepatah dalam bahasa Jawa, Tresno Amargo Kulino (CMIIW kalau tulisannya salah :p). Artinya kita akan menjadi bisa (cinta/suka) karena terbiasa. Yak.. belajar listening via radio Amerika, Inggris, dan Australia. Biar tau logat bahasa mereka, langsung dari native speakernya.
But, how could? Emang frekuensi-nya nyampe?
Read the rest of this entry »
Tags: belajar Listening TOEFL




