tampak depan
Baru-baru ini saya beli sepeda lipat (seli) di salah satu market di daerah Lebak Bulus Jakarta Selatan. Alasan utama saya adalah karena saya sering melakukan pemborosan bahan bakar bensin. Jarak antara kost dengan kantor cukup dekat, sekitar 3 Km. Jarak sedekat itu saya tempuh dalam waktu 1,5 jam dengan naik mobil. Percaya? Hehe.. Welcome to Jakarta..
Pilihan jatuh ke United Quest. Ada beberapa poin yang saya gunakan dalam pertimbangan memilih sepeda lipat ini. Pertama dari segi harga. Harga seli ini tidak terlalu mahal, masih di bawah kompetitornya, misal Polygon dan Dahon. Kedua dari sisi brand. Saya tipe orang yang membeli barang dengan melihat brand. Walaupun murah tapi kalau brand-nya ndak jelas, mending lewat saja. Hehe.. saya jadi teringat cerita Bapak saya membeli VCD Player dengan merk “Suwon”. Harganya hampir sepertiga dari merk keluaran Jepang. Walhasil dalam waktu 2 minggu sudah rusak.
Ketiga dari sisi spesifikasi. Saya sempat browsing-browsing juga guna mencari informasi mengenai seli dengan harga yang tidak terpaut jauh dari United Quest. Sebut saja Wimcycle Pocket Rocket, Polygon Metro 1.0, dan Aleoca. Terus terang saya mencari yang memiliki ukuran roda 20″, takutnya yang 16″ ndak kuat menopang badan saya yang gembul
hehe.. . Kemudian dilihat dari jumlah gearnya, Wimcycle Pocket Rocket punya spesifikasi yang mirip sama United Quest. Sempat bingung juga mau milih yang mana. Sayangnya Polygon Metro 1.0 cuman punya single gear, alias tidak bisa gonta-ganti gigi. Jadi ya… sayang sekali harus minggir dari peta persaingan saya. Poin terakhir ini yang menentukan. Keempat, desain dan warna. United Quest punya desain yang cowok banget alias macho! Hehe… Sedangkan Wimcycle Pocket Rocket masih ada boncengannya, pendapat saya lebih mirip sepeda buat cewek.
Sudah bisa ditebak saya beli yang mana.. Hehe.. Inilah penampakannya:
tampak samping
frame
tampak belakang
Secara keseluruhan seli dengan harga dibawah 2 juta ini lumayan mantab
hehe.. Namun ada beberapa kekurangan. Pertama, sadle atau tempat duduknya keras, jadi sebaiknya diganti ada ditambah yang gel atau udara. Kedua, handle bar-nya keras, tangan saya merah-merah waktu nyobain nge-gowes selama 1,5 jam. Sebaiknya diganti, dikasih bantalan empuk, atau pakai sarung tangan. Ketiga, mono shocknya kurang terasa. Untuk melewati jalanan yang tidak rata, masih belum terasa empuk. Keempat, konfigurasi Shimano 6 speed-nya. Seli ini tidak bisa dibawa ngebut walaupun pakai gigi yang paling tinggi. Kalau ada budget lebih bisa diganti, namun saya kurang tau sebaiknya yang bagaimana. Hehe.. maklum masih newbie. Dan Terakhir, seli ini cukup berat. Agak repot juga klau harus bawa-bawa naik busway. Info dari salesnya, berat seli ini sekitar 15 Kg. Berhubung seli ini rencana bakal parkir di mobil, jadi ya.. ndak masalah dengan berat segitu.
Shimano gear 6 speed
Sekian sedikit review tentang United Quest. Jujur sepeda ini bakal sering saya pakai, tapi endak tiap hari. Pengalaman pertama sungguh menggoda.. Selanjutnya.. terserah Anda..*ngikutin iklan parfum kalau ndak salah
Tags: united quest; review united quest; sepeda lipat; review sepeda lipat




September 18th, 2011 at 2:33 pm
Thanks ya Megan atas ulasannya, bisa jadi pertimbanganku nih. Salam kenal
September 18th, 2011 at 2:44 pm
Sama-sama… salam kenal
January 2nd, 2012 at 6:47 am
mas ane udah beli nih seli,,,sebenernya punya adek:D
berhubung berat ane 80kg ane gak berani pake & pinjem karena takut patah suspensinya,,,jadi gimana mas?
January 2nd, 2012 at 8:49 pm
Welcome to the club mas.. He he..
Kalau berat masnya sekitar 80 kg masih kuat koq, dengan catatan ban-nya jangan lupa di pompa ya.