<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Photographs of My Life &#187; laskar pelangi</title>
	<atom:link href="http://blog.megangarnieri.com/tag/laskar-pelangi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.megangarnieri.com</link>
	<description>Personal Blog of Megan Garnieri</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 12:00:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>The Phenomenon : Makna Dibalik Laskar Pelangi</title>
		<link>http://blog.megangarnieri.com/2008/10/12/the-phenomenon-makna-dibalik-laskar-pelangi/</link>
		<comments>http://blog.megangarnieri.com/2008/10/12/the-phenomenon-makna-dibalik-laskar-pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 10:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Megan Garnieri</dc:creator>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[laskar pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[resensi buku]]></category>
		<category><![CDATA[the phenomenon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.megangarnieri.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[
Kemarin saya jalan-jalan ke sebuah pameran buku di Gedung Pamungkas, depan stadion Kridosono. Dalam pameran itu saya melihat satu buku yang cukup menarik. Judulnya The Phenomenon. Ada beberapa hal yang me
mbuat saya kesengsem (baca:tertarik) dengan buku ini. Walaupun dapat dibilang dalam membeli buku ini saya &#8220;tebak-tebak berhadiah&#8221;.
Pertama, ada tulisan &#8220;Laskar Pelangi&#8221; di covernya. Wah.. jangan-jangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.megangarnieri.com/wp-content/uploads/2008/10/the-phenomenon.jpg"><img class="size-medium wp-image-62 alignleft" title="the_phenomenon_laskar_pelangi" src="http://blog.megangarnieri.com/wp-content/uploads/2008/10/the-phenomenon-199x300.jpg" alt="" width="187" height="282" /></a></p>
<p>Kemarin saya jalan-jalan ke sebuah pameran buku di Gedung Pamungkas, depan stadion Kridosono. Dalam pameran itu saya melihat satu buku yang cukup menarik. Judulnya The Phenomenon. Ada beberapa hal yang me</p>
<p>mbuat saya kesengsem (baca:tertarik) dengan buku ini. Walaupun dapat dibilang dalam membeli buku ini saya &#8220;tebak-tebak berhadiah&#8221;.</p>
<p>Pertama, ada tulisan &#8220;Laskar Pelangi&#8221; di covernya. Wah.. jangan-jangan ini buku keempat-nya Andrea Hirata? D</p>
<p>emikian pikir saya. Ternyata bukan, karena buku terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi judulnya Maryamah Karpov.</p>
<p>Kedua, ada foto Andrea Hirata dibagian covernya. Hm.. jangan-jangan autobiografi-nya Andrea nih. Ternyata juga bukan, terbukti setelah saya membaca tagline dibawah judul buku tersebut. &#8220;Di Balik Buku Terlaris Dalam Sejarah Indonesia&#8221;.<br />
<span id="more-61"></span><br />
Ketiga, penulis buku ini adalah Asrori S.Karni. Mm.. siapa lagi ini? Jujur saya belum pernah mendengar nama penulis yang satu ini. Tapi tagline di bawah namanya menunjukkan integritas. &#8220;Pemenang <em>Mochtar</em> <em>Lubis Award 2008</em>&#8220;. Wah.. sepertinya <em>worthed</em> nih buku.</p>
<p>Yang keempat, saya memang sedang tertarik dengan novel Laskar Pelangi. Berawal dari seorang teman kuliah yang menyarankan untuk membaca novel ini. Teman saya bercerita tentang betapa bagusnya novel ini. Suatu hal yang aneh, karena dia mengakui bahwa sebelumnya dia tidak suka baca novel.  Dan ceritanya terbukti benar. Dalam 3 hari saya langsung membeli 3 buku <em>masterpiece</em> Andrea Hirata. Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor menghiasi rak buku di perpustakaan mini kamar saya.</p>
<p>Jadi.. buku yang mengulas tentang Laskar Pelangi? Why not? Tebakan saya memang jitu kali ini. Dari ukuran nilai 10, saya beri 8 untuk buku ini. Nilai yang subjektif tentunya.</p>
<p>Masih penasaaran dengan apa yang mengubah anak kampung menjadi seorang phenomenon?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.megangarnieri.com/2008/10/12/the-phenomenon-makna-dibalik-laskar-pelangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
